Socrates berpendapat bahwa ruh atau jiwa tidak dapat dilihat karena bukan merupakan benda, atau sesuatu yang berdiri atas benda, seperti warna karena dia bukan benda maka ruh tidak tersusun dari beberapa unsur. Karenanya ruh adalah simpel, tidak berubah, dan tidak dapat rusak. Setiap benda selalu berubah dan dapat menjadi rusak, karena terdiri dari berbagai unsur. Dan ruh itu kekal adanya, tidak sepert benda.
Ruh di badan berdiri sebagai raja, memerintah, sedangkan badan diperintah. Ruh suatu yang mulia dan berderajat tinggi, sedangkan badan suatu yang rendah dan hina. Ruh mempunyai sifat-sifat ketuhanan, tidak dapat lenyap atau rusak, sekalipun sudah bercerai dengan badan. Hanya badanlah yang dapat rusak bila bercerai dengan ruh.
Saat manusia mati, badannya rusak dan hancur, sedangkan keadaan ruhnya tetap utuh, tak kurang suatu apa pun, dan tetap mempunyai pengertian dan kesadaran, mengalami kesenangan dan kemerdekaan, atau kesengsaraan dan penderitaan, semuanya bergantung pada keadaannya ketika hidup bersama badan. Bila hidup manusia bergelimangan dengan dosa, kekejian, dan kejahatan, tidak memikirkan selain makan, minum dan tuntutan syahwat jasmani saja, maka setelah berpisah dengan badan, ruhnya tak dapat menempati tempat bahagia, keadaannya susah, selalu dalam penderitaan dan penyesalan yang berkepanjangan.
Baca selengkapnya »Label: ARTIKEL