Pagi ini, ntah kenapa terlintas dibenakku akan kata ini. Kata
yang begitu saja keluar yang mungkin tidak pernah aku fikirkan. Bahkan untuk
mensandarkan kepada-Nya pun aku tak mampu. Apalagi untuk membayangkannya, tiada
bayangan yang bisa aku gambarkan bagaimana Allah tersenyum kepada kita. Yang ada
hanyalah rasa yang begitu menggembirakan, mengharukan, dan membuat hati ini
terenyuh. Bahkan untuk sesaat membuat mata ini sempat berkaca-kaca dibuatnya.
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Monday, June 26, 2017
Wednesday, January 20, 2016
WARGA JEPARA DIHEBOHKAN KEMUNCULAN POCONG? BENARKAH?
Ntah info yang mereka² sebarkan itu dari mana datangnya. Berawal dari
berita kecil pada awal pergantian tahun, muncul info dari amblasnya
sebuah makam, sampai ada pengakuan salah satu warga yang melihat sesosok
pocong bergentayangan. Ntah apa yang ada dibenak si pembuat isu
tersebut. Motif apa dibalik semua ini? Untuk main² kah? Heboh²an saja
kah? Atau bagaimana..
Tuesday, November 4, 2014
Tips Sederhana Mengamankan Akun Facebook dari Peretasan/Hack
Akhir-akhir ini sering saya mendengar dari beberapa teman saya yang
membicarakan tentang maraknya kembali proses peretasan akun facebook, bahkan
ada sebagian dari teman saya yang sudah menjadi korban peretasan. Mulai dari
memposting tulisan yang tidak sepantasnya, menyebar tautan pornografi, mengganti
foto profil dengan gambar bu**l, pornografi dll yang sebenarnya itu bukan
mencerminkan dirinya sendiri.
Lalu, mengapa bisa hal itu (meretas) bisa dilakukan? Berbahayakah
bagi kita jika akun facebook kita diretas/dibajak?
Saturday, January 25, 2014
PULAU MURIA
| Pulau Muria |
Fakta ini diungkap dalam kajian yang dilakukan HJ De Graaf dan Th G Pigeaud (Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram; Grafiti Pers, 1985), Pramoedya Ananta Toer (Jalan Raya Pos, Jalan Daendels; Lentera Dipantara, 2005), serta Denys Lombard yang meluncurkan dua serial bukunya (Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu; Gramedia, 1996 a-b). Bagian pertama tentang batas-batas pembaratan, dan bagian kedua tentang jaringan Asia.
Ketika menggambarkan ekologi letak Demak, De Graaf dan Pigeaud menulis, {Pada zaman dahulu, Distrik Demak terletak di pantai selat yang memisahkan Pegunungan Muria dari Jawa. Sebelumnya selat itu rupanya agak lebar dan dapat dilayari dengan baik, sehingga kapal-kapal dagang dari Semarang dapat mengambil jalan pintas untuk berlayar ke Rembang. Tetapi sudah sejak abad ke-17, jalan pintas itu tak lagi dapat dilayari setiap saat{ (1985: 37).
Sunday, April 22, 2012
SEPULUH CIRI GURU PROFESIONAL
1. Selalu Punya Energi Untuk Siswanya.
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa
di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.
2. Punya Tujuan Jelas untuk Pelajaran.
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya Keterampilan Mendisiplinkan yang Efektif.
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa
di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.
2. Punya Tujuan Jelas untuk Pelajaran.
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya Keterampilan Mendisiplinkan yang Efektif.
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
Tuesday, April 10, 2012
TIDUR SAAT KHUTBAH JUM'AT BERLANGSUNG
Rasulullah SAW bersabda: "apabila kalian bangkit hendak menunaikan shalat, maka sempurnakanlah wudlu kemudian menghadaplah ke arah kiblat dan bertakbirlah". (HR. Bukhari Muslim)
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berwudlu lalu ia menyempurnakan wudlunya, kemudian ia mendatangi shalat Jum'at lalu ia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari jum'at depannya ditambah tiga hari". (HR. Muslim)
Makna yang dapat kita pahami dari kedua hadist di atas, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya agar ketika tiba hari jum'at hendaklah kita bersegera menunaikan shalat jum'at dan senantiasa memperhatikan dengan penuh kesungguhan tentang kesempurnaan wudlu, karena sah, batal dan khusyuknya shalat sangat erat kaitannya dengan wudlu.
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berwudlu lalu ia menyempurnakan wudlunya, kemudian ia mendatangi shalat Jum'at lalu ia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari jum'at depannya ditambah tiga hari". (HR. Muslim)
Makna yang dapat kita pahami dari kedua hadist di atas, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya agar ketika tiba hari jum'at hendaklah kita bersegera menunaikan shalat jum'at dan senantiasa memperhatikan dengan penuh kesungguhan tentang kesempurnaan wudlu, karena sah, batal dan khusyuknya shalat sangat erat kaitannya dengan wudlu.
Thursday, April 5, 2012
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT
Makna La ilaha illallah
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 45
Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 45
Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.
Wednesday, April 4, 2012
SIFAT LELAKI/CALON/SUAMI YANG SHOLEH
Kadang kala kita salah dalam menilai seorang lelaki yang baik berdasarkan kerja nya. Pada dasarnya lelaki yang baik itu sebenarnya terletak pada agamanya. Banyak yang beranggapan lelaki beragama itu mestilah seorang ustadz, imam masjid, pelajar agama dan seumpamanya.
Sebenarnya perkara ini juga tidak benar. Ramai dikalangan ahli agama yang sering memukul isteri, bersifat kasar, tidak pandai melayani isteri dan sebagainya. Jadi ini juga bukanlah ciri-ciri seorang lelaki yang baik sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah. Lelaki yang baik dan beragama itu mempunyai sifatnya yang tersendiri.
SHOLEH dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal (bukan
dari sumber yang haram). Senatiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul nya, walau dimana saja mereka berada.
Kita sendiri (Wanita/Laki-laki) harus menyadari bahwa bukanlah manusia sempurna, ada kesalahan yang dilakukan sengaja atau tidak akan tetapi kembalilah dan mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebenarnya perkara ini juga tidak benar. Ramai dikalangan ahli agama yang sering memukul isteri, bersifat kasar, tidak pandai melayani isteri dan sebagainya. Jadi ini juga bukanlah ciri-ciri seorang lelaki yang baik sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah. Lelaki yang baik dan beragama itu mempunyai sifatnya yang tersendiri.
SHOLEH dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal (bukan
dari sumber yang haram). Senatiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul nya, walau dimana saja mereka berada.
Kita sendiri (Wanita/Laki-laki) harus menyadari bahwa bukanlah manusia sempurna, ada kesalahan yang dilakukan sengaja atau tidak akan tetapi kembalilah dan mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Monday, April 2, 2012
SEJARAH KOTA JEPARA
Jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan ditanah jawa. Diujung sebelah utara pulau Jawa sudah ada sekelompok penduduk yang diyakini orang-orang itu berasal dari daerah Yunnan Selatan yang kala itu melakukan migrasi ke arah selatan. Jepara saat itu masih terpisah oleh selat Juwana.
Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
Saturday, March 31, 2012
AGAR DO'A DIDENGAR ALLAH
1. Memahami dan mengerti akan maksud serta makna do'a yang diminta. Kita boleh menggunakan bahasa apa saja sewaktu berdo'a asalkan kita mengerti dan memahami akan maksud yang diminta itu. Namun sebaik-baik bahasa yang digunakan adalah menggunakan Bahasa Arab karena ia adalah Bahasa Al-Qur'an yang diturunkan oleh Malaikat Jibril melalui wahyu yang datang dari Allah SWT. Selain itu do'a-do'a yang diajarkan oleh Rasulullah juga dalam Bahasa Arab.
2. Berdo'a penuh dengan keikhlasan hati serta merendahkan diri semata-mata hanya karena Allah
3. Berdo'a dan meminta kepada Allah dengan sebenar-benar permintaan dan dilakukan dengan bersungguh-sungguh.
4. Tidak berdo'a dan meminta kepada sesuata perkara yang mustahil, sesuatu perkara yang buruk atau perkara-perkara yang akan mendatangkan dosa.
5. Berdo'a dengan penuh khusyu' dan keyakinan diri bahwa do'a yang dimohonnya itu akan dikabulkan oleh Allah.
6. Berdo'a, bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah yaitu dengan memelihara dan menjaga setiap perintah dan larangan-Nya.
7. Tidak pernah berputus asa di dalam berdo'a meskipun permintaannya itu belum dikabulkan oleh Allah dan tetaplah istiqomah, sabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah..
2. Berdo'a penuh dengan keikhlasan hati serta merendahkan diri semata-mata hanya karena Allah
3. Berdo'a dan meminta kepada Allah dengan sebenar-benar permintaan dan dilakukan dengan bersungguh-sungguh.
4. Tidak berdo'a dan meminta kepada sesuata perkara yang mustahil, sesuatu perkara yang buruk atau perkara-perkara yang akan mendatangkan dosa.
5. Berdo'a dengan penuh khusyu' dan keyakinan diri bahwa do'a yang dimohonnya itu akan dikabulkan oleh Allah.
6. Berdo'a, bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah yaitu dengan memelihara dan menjaga setiap perintah dan larangan-Nya.
7. Tidak pernah berputus asa di dalam berdo'a meskipun permintaannya itu belum dikabulkan oleh Allah dan tetaplah istiqomah, sabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah..
Tuesday, March 27, 2012
MALAM MINGGU DAN SISI HITAM DI BALIKNYA
Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja, malam minggu identik dengan tradisi hura-hura dan wakuncar (waktu kunjung pacar).
Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih 'membebaskan' hubungan antara laki-laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan untuk wakuncar (waktu kunjung pacar). Seolah-olah sudah menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura, dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi manfaat lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya..
Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih 'membebaskan' hubungan antara laki-laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan untuk wakuncar (waktu kunjung pacar). Seolah-olah sudah menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura, dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi manfaat lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya..
Sunday, March 18, 2012
PENDAPAT IMAM AL-GAZALI TENTANG RUH
Hujjatul Islam Imam al-Gazali, telah mengarang berpuluh-puluh kitab, yang terpenting dan termasyhur ialah kitab yang berjudul Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Dalam kitabnya tersebutbeliau menerangkan tentang ruh, saya kutip berikut ini:
Ruh mempunya dua pengertian, yaitu bersifat jasmani dan ruhani. Menurut pengertian jasmani, ruh dalah bagian dari tubuh manusia, yaitu zat yang amat halus bersumber dari dalam rongga hati (jantung) menjadi pusat dari semua urat (pembuluh darah) yang terserak ke seluruh tubuh manusia. Sehingga karenanya manusia dapat hidup dan bergerak, dapat merasakan berbagai rasa, baik pahit maupun manis, dan mengalami banyak perasaan, seperti senang, susah, haus, atau lapar. Dengan mata dapat melihat, dengan telingan dapat mendengar, dengan hidung dapat mencium, dengan otak dapat berfikir, dengan tangan dapat menggenggam, mengangkat atau menggapai, dan dengan kaki dapat melangkah.
Ruh menurut pengertian yang pertama ini, tidak ubahnya seperti lampu yang menerangi sebuah kamar. Ruh menurut pengertian ini adalah merupakan suatu gas yang halus yang digerakkan oleh hawa nafsu (udara) yang ada di dalam jantung. Ruh pengertian yang pertama inilah seringkali disebutkan oleh para dokter dengan sebutan jiwa.
Ruh mempunya dua pengertian, yaitu bersifat jasmani dan ruhani. Menurut pengertian jasmani, ruh dalah bagian dari tubuh manusia, yaitu zat yang amat halus bersumber dari dalam rongga hati (jantung) menjadi pusat dari semua urat (pembuluh darah) yang terserak ke seluruh tubuh manusia. Sehingga karenanya manusia dapat hidup dan bergerak, dapat merasakan berbagai rasa, baik pahit maupun manis, dan mengalami banyak perasaan, seperti senang, susah, haus, atau lapar. Dengan mata dapat melihat, dengan telingan dapat mendengar, dengan hidung dapat mencium, dengan otak dapat berfikir, dengan tangan dapat menggenggam, mengangkat atau menggapai, dan dengan kaki dapat melangkah.
Ruh menurut pengertian yang pertama ini, tidak ubahnya seperti lampu yang menerangi sebuah kamar. Ruh menurut pengertian ini adalah merupakan suatu gas yang halus yang digerakkan oleh hawa nafsu (udara) yang ada di dalam jantung. Ruh pengertian yang pertama inilah seringkali disebutkan oleh para dokter dengan sebutan jiwa.
PENDAPAT AHLI FILSAFAT TENTANG RUH
Socrates berpendapat bahwa ruh atau jiwa tidak dapat dilihat karena bukan merupakan benda, atau sesuatu yang berdiri atas benda, seperti warna karena dia bukan benda maka ruh tidak tersusun dari beberapa unsur. Karenanya ruh adalah simpel, tidak berubah, dan tidak dapat rusak. Setiap benda selalu berubah dan dapat menjadi rusak, karena terdiri dari berbagai unsur. Dan ruh itu kekal adanya, tidak sepert benda.
Ruh di badan berdiri sebagai raja, memerintah, sedangkan badan diperintah. Ruh suatu yang mulia dan berderajat tinggi, sedangkan badan suatu yang rendah dan hina. Ruh mempunyai sifat-sifat ketuhanan, tidak dapat lenyap atau rusak, sekalipun sudah bercerai dengan badan. Hanya badanlah yang dapat rusak bila bercerai dengan ruh.
Saat manusia mati, badannya rusak dan hancur, sedangkan keadaan ruhnya tetap utuh, tak kurang suatu apa pun, dan tetap mempunyai pengertian dan kesadaran, mengalami kesenangan dan kemerdekaan, atau kesengsaraan dan penderitaan, semuanya bergantung pada keadaannya ketika hidup bersama badan. Bila hidup manusia bergelimangan dengan dosa, kekejian, dan kejahatan, tidak memikirkan selain makan, minum dan tuntutan syahwat jasmani saja, maka setelah berpisah dengan badan, ruhnya tak dapat menempati tempat bahagia, keadaannya susah, selalu dalam penderitaan dan penyesalan yang berkepanjangan.
Ruh di badan berdiri sebagai raja, memerintah, sedangkan badan diperintah. Ruh suatu yang mulia dan berderajat tinggi, sedangkan badan suatu yang rendah dan hina. Ruh mempunyai sifat-sifat ketuhanan, tidak dapat lenyap atau rusak, sekalipun sudah bercerai dengan badan. Hanya badanlah yang dapat rusak bila bercerai dengan ruh.
Saat manusia mati, badannya rusak dan hancur, sedangkan keadaan ruhnya tetap utuh, tak kurang suatu apa pun, dan tetap mempunyai pengertian dan kesadaran, mengalami kesenangan dan kemerdekaan, atau kesengsaraan dan penderitaan, semuanya bergantung pada keadaannya ketika hidup bersama badan. Bila hidup manusia bergelimangan dengan dosa, kekejian, dan kejahatan, tidak memikirkan selain makan, minum dan tuntutan syahwat jasmani saja, maka setelah berpisah dengan badan, ruhnya tak dapat menempati tempat bahagia, keadaannya susah, selalu dalam penderitaan dan penyesalan yang berkepanjangan.
Friday, February 24, 2012
ILMU ADALAH ANUGERAH
Ilmu adalah salah satu anugerah yang paling agung. Ketika menyebutkan berbagai macam kenikmatan dan karunia yang diberikan-Nya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah ta’ala menjadikan nikmat berupa al-Kitab dan al-Hikmah serta ilmu yang sebelumnya belum beliau ketahui sebagai salah satu karunia yang paling agung. Allah berfirman (yang artinya), ”Dan Allah menurunkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah), dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang sebelumnya belum kamu ketahui. Maka karunia Allah atas dirimu itu sangatlah agung” (QS. An-Nisaa’ [4] : 113). (lihat al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 30).
Wednesday, February 22, 2012
GURU PAI
Dalam kamus bahasa Indonesia, guru didefinisikan sebagai orang yang dipekerjakan (profesi atau pencahariannya) mengajar(1). Menurut Muhibbin Syah, pengertian ini dapat menimbulkan beraneka ragam inter prestasi, pertama, kata seseorang bisa mengacu pada siapa saja asal pekerjaan sehari-harinya (profesinya mengajar). Dalam hal ini berarti bukan hanya seseorang yang sehari-harinya mengajar di sekolah yang dapat disebut sebagai guru, melainkan juga orang lain yang berposisi sebagai kiai di pesantren, pendeta di geraja, instruktur di balai pendidikan dan pelatihan dan juga di pesilatan di padepokan. Kedua, kata mengajar dapat pula ditafsirkan :
a. Memberikan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain.
b. Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain.
c. Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain.(2)
a. Memberikan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain.
b. Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain.
c. Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain.(2)
Sunday, February 19, 2012
GURU
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan.(1)
Sedangkan Uzer Usman mengartikan guru sebagai sebuah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melaksanakan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.(2)
Jenis profesi ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Guru juga memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas.
Sedangkan Uzer Usman mengartikan guru sebagai sebuah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melaksanakan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.(2)
Jenis profesi ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Guru juga memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas.
Tuesday, November 1, 2011
AGAMA DAN AKHLAK
Untuk menjadi sesuatu yang baik dan bermanfaat itu memang susahnya minta ampun. Berbagai faktor menjadi elemen pembangun agar semata-mata kebaikan dan kemanfaatannya benar-benar sempurna, mesti pintar-lah, yang rajin-lah, yang kreatif-lah, yang hemat-lah, yang dermawan-lah, yang bersahaja-lah, dan lain2. Adapun beragama dan berahlak adalah faktor mutlak yang harus dimiliki oleh sesorang. Seperti sebuah bangunan yang membutuhkan semen, bata, pasir, kayu, kapur, dan-lain2. Pastinya sebuah bangunan harus memiliki pondasi dan tiang menjulang untuk wahana berdirinya.
Agama dan akhlak merupakan ibarat pondasi dan tiang penyangga sebuah bangunan. Agama adalah ibarat sebuah pondasi dasar sebuah bangunan. Pondasi yang kuat akan mampu menahan mobilitas yang terjadi baik di dalam sekitar bangunan atau yang datang dari luar sebuah bangunan. Jika pondasi kuat terjadi gempa-pun bangunan tak akan bergeming.
Akhlak adalah ibarat tiang yang menjulang yang menyangga sebuah bangunan. Bagaimanapun model dan tipe bangunan akan berdiri kokoh jika tiang penyangganya kuat dan kokoh. Sebuah tenda yang hanya memiliki satu tiangpun akan dapat digunakan untuk tempat bernaung dengan baik asal tiang tersebut berdiri dengan kokoh.
Agama mengajarkan akhlak. Seperti halnya pondasi yang menunjukkan dan menyiapkan letak-letak tiang penyangga. Melalui agama sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk diketahui. Melalui agama pula manfaat sesatu yang baik dan mudlorot sesuatu yang buruk diketahui. Maka dari itu, agama selalu memerintahkan untuk berakhlak. Berakhlak tentunya melakukan sesuatu yang baik karena sangat bermanfaat dan bukan melakukan sesuatu yang mudlorot yang tidak bermanfaat dan banyak merugikan diri. Tidak ada satupun agama yang benar yang mengajarkan sesuatu yang buruk dan banyak bernilai mudlorot.
Dalam kitab Nashoikhul ‘Ibad disebutkan bahwa jika disebut manusia maka dia harus berakal. Sesuatu yang berakal pasti akan melakukan sesuatu yang baik sesuai dengan agama dan akhlak. Tidak mungkin sesuatu yang berakal akan melakukan sesuatu yang buruk, semisal minum miras dkk, dll. Karena mengkonsumsi miras dkk jelas-jelas merugikan diri. Jika kita memang sadar dengan akal kita untuk apa melakukan sesuatu hal yang justru akan menyakiti diri sendiri, sakit tidak hari ini mungkin besok. Sebaliknya jika tidak berakal maka gelar yang patut adalah manusia hewan. Hewan bisa berlaku apa saja tanpa dosa. Gonta ganti pasangan dengan seenaknya tanpa ada rasa bersalah. Akal adalah tirai besi yang membatasi antara manusia dan hewan, akal yang membedakan antara hewan dan manusia, dan akal-lah yang mengacu manusia berlaku dengan aturan. Aturan didasarkan pada agama dan akhlak. Kalo kita memang mengaku manusia seutuhnya maka sepatutnya kita beragama dan berakhlak. Dua perwujudan dalam melakoni agama dan akhlak, yaitu malaikat dan setan. Jika beragama dan berakhlak yang baik maka dominasi wujud kita adalah malaikat. Dan sebaliknya jika dominasi wujud kita adalah atheis dan a moral maka perwujudan kita adalah setan.
Agama dan akhlak adalah dua momentum yang saling terkait. Agama merupakan wahana yang digunakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Kholiq dan akhlak menjadikan manusia akan mudah untuk ber-interaksi dengan lingkungan sosial. Seorang Lenin pencetus komunisme, Hitler dengan Nazi-nya, Musollini dengan fasisme-nya, dan lain-lain adalah orang-orang yang mempunyai intelektualitas tinggi. Mereka dikatakan keji dengan menanamkan paham mereka dengan paksaan. Tak segan-segan menghabisi nyawa orang lain tanpa ada rasa bersalah. Mereka berjalan pada poros yang salah karena Mereka tidak mengakui adanya Tuhan. Lain lagi dengan Mu’tazilah yang dicetuskan oleh Muawwiyah, Martin Luther yang berseberangan dengan Roma. Mereka mempunyai integritas tinggi dalam agama akan tetapi minim akhlak. Sehingga menjadikan mereka mempunyai anggapan bahwa orang lain selalu salah. Berinteraksi adalah sama halnya membuat dosa baru. Pemikiran yang dangkal dari akhlak. Untuk itu, agama dan akhlak haruslah berjalan selaras, habluminalloh wahabluminannas, agar hidup kita tentram dihadapan masyarakat dan terlebih dihadapan Allah SWT. Alaa bidzikrillahi Tathmainnul Qulub…
Sumber: http://opexart.blog.friendster.com/2008/10/agama-dan-akhlak/
Sumber: http://opexart.blog.friendster.com/2008/10/agama-dan-akhlak/
Friday, June 10, 2011
Masa Kemajuan Islam (650-1000 M) - Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasyidah merupakan pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang demokratis.
Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Beliau nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Karena itulah, tidak lama setelah beliau wafat; belum lagi jenazahnya dimakamkan, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa'idah, Madinah. Mereka memusyawarahkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak, baik Muhajirin maupun Anshar, sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Namun, dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi, akhirnya, Abu Bakar terpilih. Rupanya, semangat keagamaan Abu Bakar mendapat penghargaan yang tinggi dari umat Islam, sehingga masing-masing pihak menerima dan membaiatnya.
Tuesday, May 31, 2011
PERILAKU BERAGAMA
Pengertian
Secara defenisi perilaku dapat diartikan yaitu “kesediaan bereaksi terhadap suatu hal”. Pengertian lain diungkapkan bahwa :
Perilaku (attitude) adalah suatu kecenderungan untuk merspon suatu hal, benda atau orang dengan suka (senang), tidak suka (menolak) atau acuh tak acuh, perwujudannya bisa dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pembiasaan dan keyakinan. Artinya untuk membentuk perilaku yang positif atau menghilankan perilaku negatif dapat dilakukan pemberitahuan atau menginformasikan faedah atau kegunaannya, dengan membiasakannya atau dengan meyakinkannya. Dalam belajar perilaku berfungsi sebagai dynamic force yaitu sebagai kekuatan yang akan menggerakkan seseorang untuk belajar.
Selanjutnya menurut Sofyan S.Wills bahwa perilaku adalah :
Kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Perilaku ini dapat berpikir positif dan dapat pula bersifat negative. Dalam perilaku positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan objek tertentu. Sedangkan dalam perilaku negative adalah terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci dan tidak menyukai objek tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku merupakan suatu perbuatan seseorang, tindakan seseorang serta reaksi seseorang terhadap sesuatu yang dilakukan, didengar, dan dilihat. Perilaku ini lahir berdasarkan perbuatan maupun perkataan.
Sedangkan pengertian beragama adalah asal kata dari agama yang artinya dapat diuraikan berdasarkan beberapa pengertian, antara lain:
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
[ SUATU KAJIAN UPAYA PEMBERDAYAAN ]
Oleh Hujair AH. Sanaky
[ SUATU KAJIAN UPAYA PEMBERDAYAAN ]
Oleh Hujair AH. Sanaky
1. Pendahuluan
Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proes-proses pembedayaannya. Secra ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut.
Dalam konteks tersebut, maka kemajuan peradaban yang dicapai umat manusia dewasa ini, sudah tentu tidak terlepas dari peran-peran pendidikannya. Diraihnya kemajuan ilmu dan teknologi yang dicapai bangsa-bangsa di berbagai belahan bumi ini, telah merupakan akses produk suatu pendidikan, sekalipun diketahui bahwa kemajuan yang dicapai dunia pendidikan selalu di bawah kemajuan yang dicapai dunia industri yang memakai produk lembaga pendidikan.
Proyeksi keberadaan dan kenyataan pendidikan, khususnya pendidikan Islam, tentu tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraannya pada masa lampau juga. Pendidikan [Islam] pada periode awal [masa Nabi saw] misalnya, tampak bahwa usaha pewarisan nilai-nilai diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia agar terbebas dari belenggu aqidah sesat yang dianut oleh sekolompok masyarakat elite Qureisy yang banyak dimaksudkan sebagai sarana pertahanan mental untuk mencapai status quo, yang melestarikan kekuasaan dan menindas orang-orang dari kelompok lain yang dipandang rendah derajatnya atau menentang kemauan kekuasaan mereka.
Gagasan-gagasan baru yang kemudian dibawa dalam proses pendidikan Nabi, yaitu dengan menginternalisasi nilai-nilai keimanan baik secara individual maupun kolektif, bermaksud menghapus segala keperyaan jahiliyah yang telah ada pada saat itu. Dalam batas yang sangat meyakinkan, pendidikan Nabi dinilai sangat berhasil dan dengan pengorbanan yang besar, jahiliyahisme masa itu secara berangsur-angsur dapat dibersihkan dari jiwa mereka, dan kemudian menjadikan tauhid sebagai landasan moral dalam kehidupan manusia.
Subscribe to:
Posts (Atom)


